Mentari telah bersembunyi
menyisakan berkas sinar disela sela awan
angin berhembus lembut
membelai pantai yang menatap ombak bergulung .
Hari semakin petang
pepohonan dipantai menari dihembus angin
diatas pasir pantai senggigi yang lembut
aku hanya mampu menatap laut berbatas awan .
Angin laut membelai sejuk rasa dihati
ombakpun ramah mengelus kakiku
memberikan perasaan damai dihati
hingga tak kusadari hari telah semakin malam .
Dari cafe ditepi pantai suara musik hingar bingar
mengiringi langkah yang terasa berat
kedamaianku bagai telah terenggut
dan aku harus menggalkan pantai senggigi .
Sangatlah keliru kalau mengharapkan kenikmatan pada saat perjalanan, karena kenikmatan yang sesungguhnya hanyalah akan dicapai pada akhir perjalanan.
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 Januari 2015
Sabtu, 20 April 2013
Saat sepi
Mentari telah semakin dalam tenggelam
kesejukan angin malam terasa lembut
membelai melenakakan ragaku sukmaku hanya mampu terdiam
menatap kelam kesunyian malam
aku berdansa bersama angin
sambil sesekali mencumbui sepi
lalu terdiam dalam kegelisahan
entah sampai kapan penantian ini akan usai
dan engkaupun tak kunjung datang untuk menyapa.
Sabtu, 31 Desember 2011
Selamat tinggal 2011 Selamat datang 2012
Suara terompet itu mulai riuh membelah kesunyian
kegundahan sesaat melanda jiwa
aku belum sempat untuk beranjak mengayun langkah
temangu menatapi hari hari lalu
Sepintas kesan panjang melintas
menggilas gairah rasaku seolah telah sirna
jalan panjang yang telah kulalui tak seindah impian
dan sempat membuatku beberapa kali jatuh tersungkur
Bunyi terompet yang dimainkan anak kecil menyentak lamunan
pelan namun membangkitkan rasa menyentuh kalbu
memang, seyogyanyalah aku harus menyadari
untuk menahan rintih dan mensyukuri segala yang telah terjadi
Betapa jarangnya aku mengucap syukur
bahkan begitu kurangnua ketaqwaanku kepada-Nya
kesalahan demi kesalahan kulakukan yang membuatku terbentur kerasnya karang
padahal Dia telah begitu banyak memberiku kesempatan
Ya Allah ya Tuhan yang maha memberi
Engkau telah rekahkan kembali mentari pagi
lembutnya angin yang berhembus membelai bumi
membentang asa agar ku bisa lagi merasakan indahnya hari yang akan datang
Segala kenangan indah tak akan pernah kembali
begitu juga segala kepedihan hati
tertinggal dan tersimpan sebagai tumpukan lembar lembar usang
karena aku tak mau langkahku terbebani oleh bayang bayang kelabu
Toet tet tet toet suara terompet semakin riuh
dan akupun telah siap untuk melangkah memasuki th.2012
akan kuketuk setiap pintu yang ada
karena kuyakin akan ada juga yang menyambutku dengan senyuman...
SELAMAT TINGGAL 2011, SELAMAT DATANG 2012
semoga disana banyak kedamaian dan keindahan ditebarkan.
Minggu, 25 Desember 2011
Kupu kupu putih
Bunga bunga tak lagi mekar berseri
kupu kupu putih itupun tak mampu untuk terbang
sayapnya yang lembut indah telah patah robek sebelah
kerasnya kehidupan telah memupuskan asanya
Diatas bebatuan dia berdiri
menatapi dedaunan yang telah layu
sambil mencari cari makna pada setiap guratannya
entah apa yang akan terjadi selanjutnya..
Kicau burung membelah kesunyian
seakan menyiratkan indahnya kehidupan ini kupu kupu putih itu hanya tersenyum kecut seraya bergumam
akankah keindahan itu mampu bertahan selamanya ?
Gerimis tak usai juga membasuh bumi
tubuhnya yang mungil mulai menggigil kedinginan
sesekali mencoba membasuh tubuhnya yang penuh lumpur
sambil menunggu ajal menjelangnya .
Cilacap , 25 Desember 2011
Jumat, 23 Desember 2011
SIMBOK
Simbok maafkan anakmu
yang sampai saat ini belum bisa pulang
untuk menyatu dalam dekapanmu
yang tak pernah tidak menghangatkan jiwaku
Segala yang telah engkau berikan telah memperkokoh ragaku
kau besarkan harapanku dengan keteguhan imanmu
bekalpun kau berikan untuk membangun masa depanku
dengan untaian doamu
Maafkanlah aku simbok
bukannya aku tak merindukan hangatnya ciumanmu
tapi keadaanlah yang memaksaku untuk bertahan
melawan kerinduan yang terus mengusik
merenggut ketentraman bathinku
Dengan restumu yang tak pernah pudar
sebagai bekal perjalananku menuju harapan
semoga untaian doamu akan menguatkanku mengatasi kerinduan
hingga saatnya tiba aku pulang menyatu dalam dekapanmu.
Cilacap, 21 Desember 2011
Minggu, 20 November 2011
Tak henti berharap
Tak pernah henti menunggu hehadiranmu
mengusap rindu yang selalu berharap
hingga kusemaikan duka
kau tak penah hadir untuk menyapa.
Kupersembahkan kesabaranku
nenanti disetiap laraku
namun hanya bayangmu yang hadir
menemaniku diruangan yang semu
Karenamu bahagia dan duka menyatu
menghias disetiap dinding kalbuku
menciptakan rasaku
membangkitkan hasrat dan gairah derap langkah hidupku
Akan kunikmati setiap rasaku
karena kuyakin Dialah sumber segala hidup
yang tak pernah lepas menuntunku
meniti jalan hidupku yang tak pernah menentu.
Clp, 16 Nov'11
Stress
Ada keinginan yang tidak begitu jelas...
kerinduan yang ada pun begitu membingungkan ,
ada yang telah hilang
hingga jiwa ini seperti tercabik cabik
Pikiran seperti diacak acak
perasaanpun bagai terjungkir balik tidak karuan..
Tuhan...,
sungguh...saat ini aku galau !
Rabu, 09 November 2011
Untuk sahabatku
Terkadang ada saat dalam kehidupan
dimana kita jatuh terpuruk
setelah perjalanan panjang yang begitu melelahkan
dan kerikil kecil menjadi sandungan
Jalan kehidupan tidaklah selalu pasti
perjuangan
dan segala daya upaya yang telah terajut
ada kalanya tak menuai asa dambaan jiwa
Sahabatku,
kegagalan bukanlah sebuah akhir
melainkan sebuah ruang bagi kita untuk intruspeksi
serta memahami dan menghadapi kenyataan dengan kedewasaan
Jalan masih panjang
dan kesempatan masih membentang
tetaplah tegar
karena engkau masih mempunyai cukup kekuatan untuk bangkit
dan menggapai asa diujung sana
Cilacap,27 april 2010
Catatan akhir tahun
Begitu cepat waktu berlalu
menggiring perjalanan yang belum usai juga
terseok langkahku lunglai melongok kebelakang,
dimana bencana demi bencana menggores,
mengukir tanah pertiwi merangkai kepedihan menyayat kalbu
Akhir yang penuh kenangan rasa,
keceriaan
kebahagiaan
kekecewaan
dan kepedihan penuh sayatan luka membaur menjadi satu,
yang entah akan tertinggal
atau terbawa sebagai beban mengayun langkah...?
Gerbang telah terbuka
satu ayunan langkah akan mengantar masuk
dan kembali menyusur ditataran tahun yang akan datang
yang masih samar
serta berselimut berjuta misteri
Akankah
tahun yang akan kita jelang
lebih indah dan ceria dari tahun sebelumnya, atau
tetap berhias berbagai
bencana yang mengukir lara,
serta keangkara murkaan yang berkuasa
merampas hak kebebasan serta kebahagiaan kami,
atau.... mungkin akan lebih parah dari tahun sebelumnya ?
Dibawah pohon mangga aku terduduk lunglai,
menatap bulan yang malu dan menutup wajahnya dengan kabut tipis,
serangkai tanyapun menghias keheningan..
akankah keadaan tetap sama tak berubah,atau
bahkan lebih parah merampas ketentraman dan kebahagiaan kami...?
Perlahan kaki terayun
melangkah dengan sarat harapan menuai kebahagiaan
dan sambil tetap bersandar pada kuasamu..
Ya Allah aku pasrah..
terjadilah apa yang memang harus terjadi
sesuai dengan kuasa dan kehendak-Mu
Amin.
> Apapun yang akan terjadi esok adalah misteri
hanya Allah yang Maha mengetahui
Mari saudaraku semua kita mawas diri
senantiasa berdoa mohon perlindungan-Nya.
Tentang kita dan matahari
Disudut timur dia tersenyum
selalu hadir wujudkan janji
menebar pesona surya gemilang
ciptakan kehangatan dambaan insani.
Matahariku menyibak malam hempaskan halimun
demi janji yang tak pernah diikrarkannya...
mewujudkan ketulusan kodrati
memberi warna dan rasa alam kehidupan.
Tapi, itu matahari....!
lantas...bagaimana dengan kita..
tidakkah kita ingin mencoba selalu tepati janji
serta memberi dengan ketulus ikhlasan...?
Disudut barat matahari tersenyum
mengucap salam selamat malam
dan kita hanya diam lalu terlelap
menghias tidur dengan mimpi mimpi.
Musim telah berganti
Bait puisi yang pernah kurangkai
telah kau uraikan
kata demi kata kau campakkan
dan kau biarkan berserakan tanpa makna
Aku hanya mampu untuk terdiam
Menatapi reruntuhan bait bait puisi
yang perlahan lahan sirna mengenaskan
dan gugusan sepi pun menguburnya dalam kebekuan
Masa berlalu tanpa peduli sepi yang tak henti menghimpit
hingga saat pergantian musimpun tiba
dimana angin berhembus memberi kesejukan
membangkitkan kembali asa yang telah sirna
Reruntuhan kata yang lama terkubur
Satu persatu semi bangkit berdiri
berderet membentuk kata ,
“Tuhan aku akan melangkah lagi menuju jalan cinta-Mu “
Cilacap 31 agustus 2011 .

telah kau uraikan
kata demi kata kau campakkan
dan kau biarkan berserakan tanpa makna
Aku hanya mampu untuk terdiam
Menatapi reruntuhan bait bait puisi
yang perlahan lahan sirna mengenaskan
dan gugusan sepi pun menguburnya dalam kebekuan
Masa berlalu tanpa peduli sepi yang tak henti menghimpit
hingga saat pergantian musimpun tiba
dimana angin berhembus memberi kesejukan
membangkitkan kembali asa yang telah sirna
Reruntuhan kata yang lama terkubur
Satu persatu semi bangkit berdiri
berderet membentuk kata ,
“Tuhan aku akan melangkah lagi menuju jalan cinta-Mu “
Cilacap 31 agustus 2011 .
Pengharapan
Entah dimana saat itu engkau berada
ketika gemuruh datang bembuat keadaan menjadi hiruk pikuk
dan orang orangpun berlarian tanpa arah yang jelas
terburu menyembunyikan diri masing masing
Ranting dan dahan mengering sudah
lembah yang dulu rimbun menghijau kini tampak kering merana
hingga burung burung gelisah
karena tak ada lagi tempat yang nyaman untuk bercengkerama
Sudah hilangkah kepedulianmu terhadap kami…
atau sebaliknya.
semua itu terjadi karena kami yang tak peduli lagi kepadamu
sehingga semua itu sengaja engkau jadikan sebagai peringatan bagi kami ?
Kami yang terkadang melupakan firman dan pesanmu ,
perjalanan hidup kamipun tercoreng noda hitam serta sederet dosa
sehingga membuat engkau menjauh dari hidup kami
serta tak mendengar lagi suara kami
Tuhan kami masih percaya bahwa setetes darahku adalah milikmu..
jantung kami berdegup juga atas kehendakmu
semoga engkau masih mau menyaksikan
serta mendengarkan kami yang bermunajat pujian kepadamu
Semoga engkau akan membukakan gerbang pengampunan bagi kami
hambamu yang tertunduk malu kepadamu
agar kami semua terhindar dari kehancuran dan kemalangan
serta bisa kembali menyusuri jalan menuju cinta-Mu
Clp 17 spt2011

ketika gemuruh datang bembuat keadaan menjadi hiruk pikuk
dan orang orangpun berlarian tanpa arah yang jelas
terburu menyembunyikan diri masing masing
Ranting dan dahan mengering sudah
lembah yang dulu rimbun menghijau kini tampak kering merana
hingga burung burung gelisah
karena tak ada lagi tempat yang nyaman untuk bercengkerama
Sudah hilangkah kepedulianmu terhadap kami…
atau sebaliknya.
semua itu terjadi karena kami yang tak peduli lagi kepadamu
sehingga semua itu sengaja engkau jadikan sebagai peringatan bagi kami ?
Kami yang terkadang melupakan firman dan pesanmu ,
perjalanan hidup kamipun tercoreng noda hitam serta sederet dosa
sehingga membuat engkau menjauh dari hidup kami
serta tak mendengar lagi suara kami
Tuhan kami masih percaya bahwa setetes darahku adalah milikmu..
jantung kami berdegup juga atas kehendakmu
semoga engkau masih mau menyaksikan
serta mendengarkan kami yang bermunajat pujian kepadamu
Semoga engkau akan membukakan gerbang pengampunan bagi kami
hambamu yang tertunduk malu kepadamu
agar kami semua terhindar dari kehancuran dan kemalangan
serta bisa kembali menyusuri jalan menuju cinta-Mu
Clp 17 spt2011
Ketika kau datang
kerinduan yang selama ini menggupal menyesak didada
tlah pupus menghapus lara hati
Ada
kata menyejukkan jiwa
indah senyummu pun serasa titik air menghapus dahagaku
bahagaia mengembang
namun aku tak mampu untuk bicara dan hanya sesekali memandangimu..
7 nov 2011
namun aku tak mampu untuk bicara dan hanya sesekali memandangimu..
7 nov 2011
Senin, 07 November 2011
Rasa yang tercipta
Ketika ayam berkokok
satu persatu sms itu kubuka membuatku tersentak kaget,
ada rasa bahagia yang terkontaminasi sebentuk keraguan
betulkah ini kamu…?
Belum sirna keraguanku ketika ayam kembali bekokok
ada gemuruh saat rasa penasaran yang melingkupi kalbu perlahan terkuak ,
kehadirannya bak hujan yang turun ditengah kemarau
menghapus kerinduan yang selama ini menghiasi hariku.
Penantianku telah berakhir karena Tuhan telah menjawab doaku ,
mutiara yang lama menghilang kini telah kutemukan kembali
menemaniku membangun sebuah rasa dalam kebersamaan
sehingga syair syair indah kembali menghiasi disetiap sudut hati .
Kini hariku tak lagi sunyi
karena dia telah membuatku semakin yakin untuk melangkah
dengan bekal senyumnya yang tulus ikhlas
untuk membangun sebuah arti dalam kehidupan .
Clp 2 nov. 11
Rabu, 31 Agustus 2011
Musim telah berganti
Bait puisi yang pernah kurangkai
telah kau uraikan
kata demi kata kau campakkan
dan kau biarkan berserakan tanpa makna
Aku hanya mampu untuk terdiam
Menatapi reruntuhan bait bait puisi
yang perlahan lahan sirna mengenaskan
dan gugusan sepi pun menguburnya dalam kebekuan
Masa berlalu tanpa peduli sepi yang tak henti menghimpit
hingga saat pergantian musimpun tiba
dimana angin berhembus memberi kesejukan
membangkitkan kembali asa yang telah sirna
Reruntuhan kata yang lama terkubur
Satu persatu semi bangkit berdiri
berderet membentuk kata ,
“Tuhan aku akan melangkah lagi menuju jalan cinta-Mu “
Cilacap 31 agustus 2011 .
Sabtu, 04 Desember 2010
Rabu, 03 November 2010
TERNYATA
oleh Joko Samodra pada 14 Februari 2010 jam 1:11
Malam hening luruh dalam sepi
tak ada kata membelah kesunyian
mereka semua sepertinya telah terlelap
dalam buaian mimpi mimpi
Dalam kesendirian kuarungi malam
berteman kegundahan yang telah melanda sukma
hingga akupun harus teduduk diam
dan mencoba mencari sebuah jawaban
Entah, aku harus bagaimana..
rasa ini sepertinya tak pernah bosan mengganggu
karena ternyata
kerinduan yang tak pernah aku semaikan telah tumbuh didinding kalbu
Clp, 14Feb'10 pk.00.40
SEBUAH PESAN SEDERHANA
( persembahan untuk orang2 tercinta ) oleh Joko Samodra pada 08 Oktober 2010 jam 19:07
Ada kalanya
dalam hidup ini kerinduan terasa begitu menghimpit,
sehingga membuatmu ingin bangkit untuk menggapai
lalu mendekapnya penuh erat.
Itulah kehidupan,
dimana terkadang kebahagiaan sirna begitu saja
tertutup kabut hitam yang menelungkupinya
menutup pintu kebahagiaan.
Sahabatku..
jangan termangu bisu menatapi kabut hitam
yang telah merenggut kebahagiaanmu,
berpalinglah kesisi lain untuk mencari
pintu pintu lain yang bisa dibuka
Pergilah kemana kamu ingin pergi...
jadilah seperti apa yang kamu kehendaki,
dan carilah yang terbaik
yang bisa membuatmu tersenyum....!
Hidup hanyalah sekali,
dan kesempatan untuk melakukan sesuatu hal
hanyalah sekali,
dan itu tidak akan pernah terulang lagi.
Kebahagiaan tidak berarti harus memiliki yang terbaik,
tetapi optimalkan apa yang telah kamu miliki
yang telah diberikan oleh-Nya kepadamu
karna itu adalah bekal yang terbaik.
Lepaskan masa lalu yang kelabu,
karena kegagalan tidak akan membawamu kedalam hidup bahagia
melainkan akan menjadi beban
yang akan menghambat setiap langkahmu.
Sahabatku sapalah "Dia"..
karena Dia memilki segalanya,
dan yang sanggup mendampingi hidupmu
sehingga kamu tidak menjadi seonggok jasad yang rapuh,
melainkan menjadi pribadi utuh
yang selalu tegar melangkah menapaki kehidupan.
Cilacap,1 Muharam 1431 H
dalam hidup ini kerinduan terasa begitu menghimpit,
sehingga membuatmu ingin bangkit untuk menggapai
lalu mendekapnya penuh erat.
Itulah kehidupan,
dimana terkadang kebahagiaan sirna begitu saja
tertutup kabut hitam yang menelungkupinya
menutup pintu kebahagiaan.
Sahabatku..
jangan termangu bisu menatapi kabut hitam
yang telah merenggut kebahagiaanmu,
berpalinglah kesisi lain untuk mencari
pintu pintu lain yang bisa dibuka
Pergilah kemana kamu ingin pergi...
jadilah seperti apa yang kamu kehendaki,
dan carilah yang terbaik
yang bisa membuatmu tersenyum....!
Hidup hanyalah sekali,
dan kesempatan untuk melakukan sesuatu hal
hanyalah sekali,
dan itu tidak akan pernah terulang lagi.
Kebahagiaan tidak berarti harus memiliki yang terbaik,
tetapi optimalkan apa yang telah kamu miliki
yang telah diberikan oleh-Nya kepadamu
karna itu adalah bekal yang terbaik.
Lepaskan masa lalu yang kelabu,
karena kegagalan tidak akan membawamu kedalam hidup bahagia
melainkan akan menjadi beban
yang akan menghambat setiap langkahmu.
Sahabatku sapalah "Dia"..
karena Dia memilki segalanya,
dan yang sanggup mendampingi hidupmu
sehingga kamu tidak menjadi seonggok jasad yang rapuh,
melainkan menjadi pribadi utuh
yang selalu tegar melangkah menapaki kehidupan.
Cilacap,1 Muharam 1431 H
RUANG RINDU
RUANG RINDUoleh Joko Samodra pada 05 Oktober 2010 jam 20:12
Dibawah pohon mangga kucoba mencari magna
tentang asa yang entah sembunyi dimana..
bahkan mimpi mimpi pun seolah telah sirna
menciptakan ruang sepi merana
Entah, aku harus mencari kemana...
kembang kembang nuranipun seolah telah sirna
sehingga kebahagiaan semakin fana
menjadikan hari hari tak lagi mempesona
Direlung hati kerinduan membahana
harapkan kebajikan yang telah pupus kembali mencipta pesona
agar taman kembali wangi semerbak bunga nirwana
sehingga nurani kembali mengenyam magna.
Clp 11 Feb
Senin, 01 November 2010
KETIKA ANGKARA BERTAHTA
Mungkin sudah menjadi suratan bahwa
terkadang kita harus lemas terkulai
manakala keadaan itu tidak lagi bersahabat
dan sejuta jarum menghujam hati.
Mata terpaksa harus rela perih
melihat kenyataan yang telah terjungkir balikkan
telingapun terasa sakit mendengar dendang lagu para pendosa
yang hanya berfikir tentang keduniawian belaka
Saudaraku, haruskah kita menutup mata dan telinga lalu lari menjauh
haruskah kita menutup hidung, agar bau busuk itu tak lagi menyesak didada...
yang berarti kita akan membiarkan angkara itu tetap bertahta..?
Tidak saudaraku...,
kita memang dalam posisi yang lemah
tetapi kita harus ingat bahwa
kitapun mempunyai kekuatan..., iman !
Marilah kita nikmati kenyataan ini dan mencoba
mengambil hal baik dari segala keburukan yang mengungkung kita
atau paling tidak
segumpal kebaikan yang ada di nurani kita.
Marilah dengan sedikit bekal yang telah kita punya
kita lantunkan doa sujud pada-Nya
semoga mata dan telinga mereka yang selama ini tertutup akan dibukakan
sehingga nuraninya akan tersentuh dan tergugah
Semoga mereka yang selama ini dikuasai keangkara murkaan
akan sadar bahwa
hidup ini tidalah diukur dengan banyaknya nafas yang dihirup
serta tidak diukur dengan setumpuk kenikmatan duniawi.
Cilacap,26 Feb 2010
by joko lodra
Langganan:
Postingan (Atom)






