Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

GUA MASIGIT SELA



Salah satu tempat wisata ( wisata spiritual ? ) di Nusakambangan adalah Gua Masigit Sela.

Gua Masigit Sela tempatnya berada di sebuah tebing bagian barat Pulau Nusakambangan dan secara geografis masuk wilayah Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung laut Cilacap .

Karena bentuknya yang memang mirip sebuah ruang masjid, maka gua yang terletak di bagian barat Nusakambangan ini biasa disebut Masjid Batu. Tapi juga biasa disebut Masjid Sela. Tapi gua itu punya nama asli Gua Masigit Sela. Ruang di dalamnya melengkung mirip kubah masjid yang dihiasi banyak stalaktit. Apalagi di bagian barat terdapat celah kecil mirip ruang imam yang menghadap kiblat.

Menurut penjelasan orang sekitar , gua alam tersebut merupakan petilasan “Sunan Kalijaga” saat bertandang ke Nusakambangan. Namun ada juga masyarakat Ujungalang yang mempercayai  bahwa tempat itu merupakan petilasan “Mbah Jaga Laut “, yang konon katanya seorang wiratama dari kerajaan Mataram yang ditugasi untuk menjaga segara anakan dari gangguan para bajak laut. Dengan kata lain Mbah Jaga Laut olih   masyarakat Ujungalang  diyakini sebagai pelindung Kampung Laut.

Salah satu peninggalan “ Mbah Jaga Laut “ adalah jubah keramat yang kini katanya tersimpan ditempat yang namanya Pasuruhan  , yang dikenal sebagai “ Petilasan Mbah Jaga Laut “ dikampung Motean desa Ujungalang Kecamatan Kampung Laut.

Itulah sebabnya para wisatawan yang datang ke Gua Masigit Sela bermacam tujuannya . Ada  yang sekedar menikmati keindahan serta keunikan gua tersebut  dan ada juga yang bertujuan untuk berolah spiritual , bahkan ada yang dengan penuh keyakinan untuk ngalap berkah dari penunggu Gua Masigit Sela agar apa yang menjadi harapannya tercapai.

Sehingga janganlah kaget apabila anda berkunjung kegua tersebut didalam akan melihat gundukan bekas pembakaran kemenyan , aroma hio , atupun sisa2 bunga sesaji .

 

 

Keunikan Gua Masigit Sela

 

Sangat diakui kalau Gua Masigit Sela  memiliki berbagai keindahan stalaktit dan stalaknit.  Disisi kiri ruang dalam dari mulut gua.ada satu stalaknit yang sangat menawan. Stalaknit itu berwarna kuning keemasan yang berbentuk memanjang menyerupai sebuah kasur yang tergelar. Barangkali karena kemiripan kasur itulah, ada  orang yang menyebutnya sebagai kasur Nabi Sulaiman.
Tak jauh dari tempat itu terdapat sebuah stalaknit didekat sebuah mata air. Stalaknit itu membentuk cekungan berdiameter sekitar 30 cm dan mirip sebuah tempayan, sehingga stalaknit itu ada yang mengatakannya sebagai pedaringan punggawa , konon mata air itu sering digunakan untuk mandi para punggawa Aji Saka. 


Dibalik dinding batu yang memisahkan ruang pedaringan punggawa dengan ruangan lainnya terdapat sebuah tiang yang terbentuk oleh stalaktit dan stalaknit dengan lebar lingkar antara 60-75 cm. Konon tempat itu  sebagai tempat persemedian Aji Saka.  Bagi para  pengunjung bisa mencoba melingkarkan kedua tangannya ( memeluk )secara penuh  ketika memeluk tiang Aji Saka itu, menurut kepercayaan , maka keinganannya akan dikabulkan.
Memang ini merupakan hal yang sulit untuk dinalar, karena tidak semua orang yang memeluk tiang tsb tangannya akan sampai . Waktu penulis mengunjungi Gua tersebut, kami berenam. Lima orang laki2 dan satu perempuan yang potur tubuhnya lebih kecil , tapi aneh...pada waktu kami bergantian memeluk tiang tersebut hanya seorang yang berhasil memeluk secara penuh, yaitu yang perempuan.


                        
Gua Masigit Sela memang sudah berusia ratusan tahun , tapi sejak kapan digunakan sebagai obyek wisata spiritual tidak ada yang tahu secara pasti. Namun di Gua Masigit Sela ada prasasti  yang terpajang didekat mulut gua yang bisa dijadikan suatu bukti bahwa gua Masigit Sela sudah ramai dikunjungi orang sejak zaman Raja  Paku Buwono X.
Perkembangan jaman melaju dengan pesat , hingga dijaman yang modern seperti sekarang ini ternyata Gua Masigit Sela semakin juga dikenal banyak orang  . Bukan saja para turis domistik yang hanya sekedar ingin menikmati keindahan stalaktit dan stalaknit  digua tersebut , tapi juga para peziarah yang ingin ngalap berkah . Bahkan kata sumber yang ada disekitar Gua Masigit Sela ( juru kunci ? ) yang datang  termasuk juga sejumlah pejabat pada zaman kemerdekaan. . Konon katanya ,  para pejabat yang datang sangat berharap memperoleh jabatan yang enak dan terus menanjak karirnya.



        
     
Demikian sekilas info tentang Gua Masigit Sela dengan harapan akan sedikit memberi tambahan pengetahuan bagi para pembaca. Dan bagi para pembaca yang penasaran dan ingin berkunjung kegua Masigit Sela , mau sekedar berwisata  , sekedar bersantai , ritual…, atau mau ngalap berkah , monggo dipersilahkan .
Untuk menuju ke objek wisata spiritual itu boleh dibilang mudah. Meski untuk bisa menjangkau kesana, harus menggunakan perahu dari Cilacap. Bisa menggunakan perahu carteran maupun menggunakan kapal  yang melayani trayek Cilacap Klaces / Kampung Laut  yang dalam satu hari ada 2 kali dan berangkat dari pelabuhan Sleko .
                      
                                                                                                                                                                                                       

Kamis, 24 November 2011

Pantai Permisan , nusakambangan

Setelah mengunjungi Gua Maria di Klaces kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Permisan disisi selatan pulau Nusakambangan.
Memang , sebetulnya untuk perjalanan menuju kepantai Permisan akan lebih mudah kalau melewati pintu gerbang Nusakambangan di Dermaga Sodong , yang berarti harus melewati pelabuhan penyebrangan dari Cilacap yang harus melalui proses perijinan terlebih dahulu. Melalui jalur ini perjalanan akan sangat menyenangkan, dikarenakan jalanan yang membelah P Nusakambangan sudah mulus. Pemandangan alam hutan Nusakambangan, penjara Kembang kuning, penjara batu, serta gua naga dan akhirnya penjara permisan yang terkenal keangkerannya tentu saja akan menambah kekaguman kita.
Kali ini kami sengaja mencoba jalur liar , dimana kami harus menyewa ojek dari Klaces untuk membelah hutan nusakambangan yang masih sangat liar. Petualanganpun dimulai....

                                Perjalanan menembus hutan Nusakambangan


  


    Beberapa kali kami harus melalui jembatan maut seperti ini.

Perjalanan betul2 menguji adrenalin. Jalanan setapak yang sangat licin ( waktu itu pas turun hujan ), tanjakan maupun jalan menurun membuat beberapa kali kami terjatuh .Ada 4 jembatan kayu yang harus kami lalui , dimana terkadang pembonceng harus turun dang mendorong.
Perjalan penuh tantangan , menerobos semak belukar dan harus selalu waspada terhadap banyaknya tanaman berduri yang selalu siap mencabik tubuh kita .
Perjalanan yang sangat menguras energi . Tetapi begitu sampai dipantai Permisan , rasa lelah bagai hilang terobati olih indahnya panorama alam yang sangat menakjubkan.






































Ombak pantai selatan yang ganas



Demikian sekilas info tentang pantai Permisan diselatan Nusakambangan, sayang karena keterbatasan waktu kami tidak sempat mengunjungi pantai pasir putih disebelah timur pantai Permisan .
Pantai karang berpasir putih yang indah , semoga suatu saat kami akan mengunjunginya.


Selasa, 22 November 2011

Gua Maria Nusakambangan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

Berziarah ke gua Maria Nusakambanga bukanlah hal yang biasa, apalagi bagi orang Katolik. Gua Maria Nusakambangan yang patungnya alamiah, bukan buatan manusia masih merupakan sesuatu yang langka. Inilah keistimewaan Gua Maria Nusa Kambangan. Di sana tidak terdapat patung Bunda Maria sebagai mana yang kita biasa lihat, seperti ketika kita berziarah ke Gua Maria Kaliori di Purwokerto ataupun Gua Maria yang lain yang ada di Indonesia.Coba saja perhatikan pintu gerbang untuk masuk ke Gua Maria  Nusa Kambangan  , seperti yang bisa dilihat pada foto disamping, untuk masuk kedalam kita harus antri satu persatu karena memang sempitnya pintu gua tersebut.  
Di Nusa Kambangan patung Marianya berupa stalaktit yang sangat merangsang imajinasi kita untuk menggambarkannya. Kadang kita bisa melihat seolah menggunakan pakaian yang mewah bermanik-manik emas, kadang kita melihat menggunakan gaun yang kemerah-merahan. Untuk kesana kita harus naik perahu dan di perjalanannya disuguhi pemandangan Segara Anakan yang indah. Gua Maria Nusa kambangan cukup mengagumkan, bahkan juga di bandingkan dengan Gua Maria Tritis.

Gua Maria Nusakambangan 

"sebuah eksotisme bersejarah di kab Cilacap"

Cilacap, adalah sebuah kota administratif yang sepi dan hening mempunyai sisi sisi yang cukup menarik untuk dikunjungi . Memang orang yang belum mengenal Cilacap mungkin akan beranggapan bahwa dua hari orang berada di Cilacap bakalan bosan karena disana tidak ada apa apa . Cilacap seperti halnya kota mati yang hidup karena minyaknya, coba kalau tidak ada Pertamina di sana ...apa akan ada kehidupan di sana.? Namun semua itu hanyalah sebuah sisi luar dari Cilacap karena dibalik itu Cilacap menyimpan banyak eksotisme yang cukup memukau dan menarik, sebut saja beberapa Nusa Kambangan, Segoro Anakan, Kampung laut ,Kampung Nelayan,Gunung Srandil , Gua Masigit Sela serta Gua Maria di sisi Pulau Nusa Kambangan atau wisata kuliner di pesisir pantai teluk penyu dan masih banyak lagi tempat yang cukup menarik untuk di kunjungi di sana, yang tentu saja itu semua sebagai jawaban atas pendapat diatas sehingga dengan dua hari saja berada dikota Cilacap tidaklah akan puas.
Berziarah ke Gua Maria Nusakambangan

   Gua Maria Nusakambangan terletak didesa. Klaces, Kec. Kampung Laut, Cilacap. Masuk wilayah Paroki Santo Stephanus Cilacap keuskupan Purwokerto.
Rute:
1. Majingklak ~ pelayaran Majingklak - Klaces 20 menit. Banjar - Majingklak (Kalipucang) 45 km, Majingklak-Pangandaran = 25 km.
2. Sleko-Cilacap ~ pelayaran Sleko - Klaces 2 jam.

Perjalanan diawali pagi hari dari pelabuhan Sleko dengan menggunakan kapal compreng , tidak menggunakan kapal besar karena jalur pelayaran yang dilalui adalah perairan dangkal .
Begitu meninggalkan pelabuhan Sleko para peziarah sudah disuguhi dengan pemandangan alam yang indah selat Nusakambangan , pulau Nusakambangan dikejauhan, pelabuhan Tanjung Intan , dan kilang minyak Pertamina, untuk selanjutnya berlayar di Segara anakan yang sangat mempesona .
 
 
                                  



Perjalanan menembus segara anakan menjadi tidak melelahkan karena suguhan panorama alam yang indah dan mempesona.
Dua jam pelayaran dari Pelabuhan Sleko di Cilacap akhirnya sampai di dermaga kecil didesa Kleces Kecamata Kampung Laut.


Dari dermaga Kleces barulah kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Gua Maria yang jaraknya kurang lebih 4 km melalui jalan setapak melintasi hutan.
Bagi yang kuat , perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki sangat mengasyikkan , namun bagi yang tidak kuat bisa naik ojek.

Berikut adalah foto2 didalam Gua Maria Nusakambangan













                                                                                                








  
Tempat menyalakan lilin didekat patung Bunda maria 









Berjalan meninggalkan Gua Maria Nusakambangan.

Berziarah ke Gua Maria Nusakambangan , perjalanan spiritual yang luar biasa dan sangat mengesankan.
Kamipun melanjutkan perjalanan menembus hutan Nusakambangan menuju ke Pantai Permisan disisi selatan Nusakambangan , dan pulangnya singgah digua Massigit Sela.

 Contac persont : Ch. Sri Wahyuni 
                           Tlp. 0282 531333
                            HP. 08122724540.

Selasa, 30 November 2010

BENTENG PENDEM

KUSTBATTERIJ OP DE LANDTONG TE TJILATJAP 

oleh  Joko Lodra pada 22 Februari 2010 jam 18:08


Hallo teman teman , kali ini saya akan mencoba menyajikan tulisan ringkas tentang salah satu obyek wisata sejarah ( dan juga spiritual ) yang ada dikota Cilacap, dengan harapan teman2 yang membaca akan mengenal tentang KUTSBATTERIJ OP DE LANDTONG TE TJILATJAP ( benteng pendem Cilacap ) , kemudian berkeinginan untuk mengunjunginya.
Benteng pendem tersebut letaknya sangat strategis sekali, yaitu dipantai Teluk Penyu Cilacap serta menghadap kearah samodra Hindia, sementara batas sebelah selatan adalah selat Nusakambangan. Benteng tersebut dibangun secara bertahap, yang dimulai pada th.1861 sampai th.1879. konon dalam pembangunannya yang menggunakan cara kerja paksayang telah menelan banyak korban jiwa, apalagi semua bekas pekerja selalu dihabisi .
Untuk selanjutnya mari kita kunjungi Benteng Pendem Cilacap .....

Begitu memasuki pintu gerbang kita akan berjalan menyusuri tepi parit. Parit tsb
lebar 8,5 m dengan kedalaman 3m dan posisinya hampir melingkari benteng.
Bangunan pertama yang kita jumpai adalah barak yang terdiri dari 14 kamar
( gambar bawah) .
Ada yang mengatakan barak tsb menjadi markas mahluk gaib , khususnya barak no 14 ( ??? )




Setelah melewati barak kita mampir sejenak di klinik ( periksa tekanan darah dulu ya....! )
Tuh, sudah ditunggu para perawat yang cantik cantik....



Setelah terobati olih para perawat yang cantik, dengan badan yang sudah kembali segar kita lanjutkan penjelajahan ketempat lain..., kegudang senjata.



Dari gudang senjata kita jalan lagi, dan kita akan sampai disebuah terowongan. Terowongan ini didalamnya selalu tergenang air, jadi kalau masuk ya harus rela basah bagian bawahnya...




Setelah diterowongan kita lanjutkan perjalanan, sebetulnya banyak bangunan yang masih bisa kita kunjungi, karena di areal benteng pendem Cilacap ada 60 ruangan....bahkan dulunya berjumlah 102 ruangan yang terletak di areal seluas 10,5 ha. Kini , setelah tergusur olih pembangunan Pertamina areal benteng pendem tinggal 6,5 ha.
Yang kita kunjungi berikut adalah ruang penjara yang sangar, karena menurut cerita ruang tahanan tersebut sudah menelan banyak korban jiwa.
Inilah penjaranya....





Dua gambar diatas adalah jendela ruang tahanan dengan jeruji besinya yang begitu kokoh, ruang ini tertutup dan pengunjung tidak bisa masuk kedalam .
Sedang gambar satunya adalah ruang gelap disalah satu penjara yang bisa dimasuki .
Banyak sebetulnya ruangan yang bisa kita lihat disana , yang tentu saja memberikan berbagai kesan. Sore , atau malam hari ...suasana mistisnya sangat terasa. Cuma untuk bisa memasuki areal benteng pendem dimalam hari tidaklah gampang, perlu ijin khusus pada petugas kepolisian yang ada di pos jaga.
Nah, selanjutnya setelah berkeliling , anda bisa beristirahat dibawah pohon yang rindang, atau mau turun keparit naik angsa disana. Pokoknya sangat asyik,apalagi kalau kalau datang bersama keluarga atau pacar...




Oh ya, ada yang hampir kelupaan.
Ditengah areal benteng pendem ada bukit kecil yang dipuncaknya ada pohon trembesi besar yang umurnya sudah sangat tua. Dibawahnya ada cungkup, konon petilasan Eyang Sekar Jagad . Tempat ini sering digunakan untuk ritual, yang pasti pada malam jumat kliwon. Ada yang tertarik ?
Itu saja cerita saya mudah2an menambah wawasan teman2 , tentunya khususon bagi yang belum pernah datang ke Benteng pendem Cilacap.
Mohon maaf atas segala kekurangan yang ada,
trima kasih.



by  Joko Lodra
Cilacap,22 Februarri2010